Xperia Z3 'Leo' Dibalut Bodi Metal



Sandi pengembangan yang diduga sebagai ponsel baru yang tengah dikembangkan Sony mulai beredar. Menariknya, langsung ada 3 sandi sekaligus yang mana salah satu di antaranya disebut sebagai penerus Xperia Z2.

Adapun sandi yang dimaksud adalah Pegasus, Aries, dan Leo. Sedangkan yang kemungkinan menjadi Xperia Z3 adalah Leo.

Perbedaan dibandingkan Xperia Z2 terletak pada penggunaan prosesor Snapdragon 805 dan bodi bermaterial metal. Tak dijelaskan apakah Xperia Z3 juga akan mengusung layar QHD (2560x1440 pixel).

Aries juga masih termasuk dalam keluarga Xperia Z3 namun dengan ukuran yang lebih kompak. Bisa jadi maksudnya adalah Xperia Z3 Compact. Sementara Pegasus masih misteri karena belum ada informasi apapun untuk sandi yang satu ini.

Seperti dilansir Ubergizmo, Selasa (17/6/2014), bersamaan dengan bocoran ini beredar juga rumor yang menyebut Xperia Z3 akan meluncur sekitar bulan September. Disinyalir Sony akan melakukannya di acara IFA 2014 yang akan digelar di Berlin, Jerman.

Bila benar, artinya Xperia Z3 akan berhadapan dengan Galaxy Note 4 yang diisukan juga akan meluncur di tempat yang sama.

Sumber : detikINET

Angry Birds Siap Beraksi ala Transformers



Menyongsong sekuel anyar film Transformers, Rovio mengajak penggemar burung pemarah untuk berperan sebagai bangsa robot lewat versi terbarunya yang bernama Angry Birds: Transfomers.

Gamenya sendiri memang belum jelas kapan diluncurkan, namun Rovio yang mengumumkannya mengumbar gambar dimana kawanan burung pemarah bakal berkostum robot layaknya karakter dalam film Transformers dan diberi sebutan Autobirds.

Sedangkan musuh bebuyutannya yakni para babi nakal atau yang kerap disebut sebagai Hogs berperan sebagai Deceptihogs.

“Kami sangat bersemangat menggabungkan duniaTransformers dengan dunia unik Angry Birds. Ini juga akan menarik bagi mereka yang dibesarkan di tahun 80-an dimana saat itu Transfomers begitu digemari. Kami yakin orang-orang akan menyukainya,” ujar Blanca Juti, CMO Rovio, seperti detikINET kutip dari Forbes, Selasa (17/6/2014).

Selain hadir bagi platform Android dan iOS, Rovio mengatakan Angry Birds: Transformers juga berpotensi meluncur pada platform konsol game. Namun belum dijelaskan konsol game mana yang akan disambanginya.

Sumber : detikINET

4 Bukti Kemiripan iOS 7 dan Android



iOS 7 telah resmi diluncurkan. Untuk pertama kalinya sejak muncul di iPhone tahun 2007 lalu, sistem operasi mobile besutan Apple ini mengalami perombakan besar-besaran.

Berbagai macam fitur anyar pun ditanamkan untuk membuat iOS 7 lebih relevan dengan kemajuan teknologi gadget mobile saat ini. Apple tak malu-malu belajar dari para pesaingnya dalam menambahkan elemen-elemen baru di sistem operasi tersebut.

Sejumlah fitur yang ada pada iOS 7 pun tampak familiar untuk para pengguna perangkat dari platform lain, terutama Android. Ada sedikit kemiripan, jika tidak mau disebut sama, di antara dua sistem operasi ini. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya, seperti dikumpulkan oleh Droid Life.

1. Lock Screen

iso-vs-android
(Gambar: droid-life.com)

Lock screen tak luput dari perombakan yang dibawa iOS 7. Tampilan layar tersebut kini terlihat mirip dengan yang terdapat pada platform Android, dengan penunjuk waktu berukuran besar, live wallpaper, dan efek fading pada icon yang bisa diaktifkan.

2. Control Center

Fitur praktis ini menempatkan sejumlah fungsi penting (seperti WiFi, Airplane Mode, Bluetooth, dan setting kecerahan layar) ke laman khusus yang bisa dipanggil dengan menyapukan jari dari bagian bawah layar agar mudah diakses. 

IOS7_Android_Command 
Di platform Android, Google baru menambahkan fitur serupa pada Jelly Bean (versi 4.2) yang bisa dimunculkan dengan menyapu dua jari dari bagian atas layar. Sebelumnya, notification bar banyak disediakan oleh custom launcher buatan pihak ketiga.

3. Safari

Browser Safari pada iOS 7 menyajikan tampilan navigasi tabs gaya baru berupa tumpukan window yang disusun vertikal, mirip dengan yang terdapat pada Google Chrome. Safari kini juga menggabungkan kolom search dan alamat URL sehingga pengguna bisa melakukan dua aktivitas tersebut (search dan mengetik alamat website) dari satu tempat.

IOS7_Android_Browser 
4. Multi-tasking

iOS 7 mengusung multi-tasking gaya baru untuk platform mobile Apple di mana pengguna bisa mengakses aplikasi-aplikasi yang terakhir dibuka dengan menekan tombol home sebanyak dua kali. 

IOS7_Android_Multi
Tampilannya sedikit berbeda dari milik Android, di mana jendela preview aplikasi ditampikan secara penuh dan digeser secara horizontal, bukan vertikal. 

Selain fitur-fitur yang disebut di atas, masih ada lagi sejumlah hal baru lainnya pada iOS 7 yang agaknya terinspirasi dari platform saingan, seperti tampilan mail client, kalender, update aplikasi otomatis, dan iTunes Radio. 

Tak semuanya mirip dengan Android. Integrasi dengan mobil, misalnya, mirip dengan yang konsep serupa yang diusung oleh BlackBerry, sementara tampilan GUI yang "flat" sebelumnya telah digunakan oleh Windows Phone.

Mungkin memang bukan Apple yang memperkenalkan hal-hal tersebut untuk pertama kali. Tetapi, dengan memoles lebih jauh dan memadukannya dengan dukungan ekosistem end-to-end milik Apple, boleh jadi fitur-fitur anyar di iOS 7 itu akan berubah menjadi senjata ampuh melawan platform pesaing.

Sumber : Kompas Tekno

Ini Bocoran Smartwatch Microsoft


Seseorang mengaku telah mencoba smartwatch yang akan dirilis Microsoft. Andru Edwards, seorang jurnalis di situs Gear Live membuat postingan tentang kesan-kesannya menggunakan jam tangan pintar pertama Microsoft tersebut.

Dalam postingan yang dibuat pada Minggu (8/6/2014), Edwards mengaku menjumpai seseorang yang sedang menggunakan smartwatch tersebut di New York, dan meminta izin untuk mencobanya.

Pada awalnya, orang tersebut tidak mengizinkan Edwards mencobanya dengan berdalih bahwa itu bukan smartwatch buatan Microsoft seperti yang dia kira, melainkan wristbandbuatan vendor Tiongkok.

Namun pada akhirnya, Edwards berhasil meyakinkan seseorang tersebut untuk meminjami smartwatch Microsoft tersebut, dan berikut adalah kesan-kesannya.

Dari segi bentuk, Edwards mendeskripsikan bahwa bentuknya sepintas menyerupai tablet Windows Phone dengan layar yang kecil. Perangkat lain yang mirip adalah FitBit One atau Samsung Galaxy Gear Fit, bukan seperti bentuk jam tangan Pebble atau yang ditunjukkan Google untuk mendemonstrasikan Android Wear.

Permukaan jam tangan pintar itu rata, namun di sisi bawah, jam tangan itu melekat mengikuti bentuk lingkar pergelangan tangan. Sayangnya, menurut Edwards, layar jam tangan tersebut memiliki resolusi yang rendah, sesuatu yang diharapkan bisa disempurnakan oleh Microsoft di masa mendatang.

Menurut Edwards, desain layar yang datar tersebut kurang menarik jika dibandingkan dengan desain layar melengkung seperti yang dimiliki oleh Samsung Gear Fit.

Ikon-ikon yang ditampilkan oleh smartwatch Microsoft mirip dengan ikon-ikon yang digunakan dalam antarmuka OS Windows 8, Windows Phone, dan Xbox One.

Dari pengamatan Edwards, smartwatch tersebut memiliki konektivitas Bluetooth 4.0 Low Energy untuk berinteraksi dengan perangkat lain.

Dan, mengikuti tren kesehatan yang diusung oleh perangkat sejenis, smartwatch Microsoft juga memiliki sensor-sensor kesehatan yang bisa merekam denyut jantung.

Selain itu, terdapat pula sensor akseleromter, gyroscope, GPS, dan yang menarik, sebuah sensor kulit galvanik yang terintegrasi, sensor ini dipasang di tali jam tangan.

Menarik untuk melihat seperti apa versi akhir dari prototipe unit jam tangan pintar Microsoft itu. Microsoft menjanjikan smartwatch Surface-nya bisa mendukung berbagai platform, seperti iOS, Android, Windows Phone 8, Windows, OS X, dan bahkan Xbox One.

Hingga kini, belum ada kabar resmi kapan Microsoft akan merilis smartwatch Surface-nya itu secara resmi. Namun yang pasti, Microsoft banyak menaruh harapan pada jam tangan pintarnya itu untuk bersaing di segmen wearable device.


Sumber : Kompas Tekno

UltraISO, Aplikasi Burning



Bagi kalian yang sering menggunakan CD / DVD, pasti sudah tidak asing lagi di telinga kalian apa itu UltraISO?? Ya, itu merupakan salah satu software favorit saya dimana bisa untuk burning, untuk mount ke CD Drive, dsb. Program ini juga dapat melakukan berbagai macam konversi berkas, misalnya mengubah lagu berformat CDDA menjadi MP3.

Salah satu keunikan program ini adalah dapat mengubah informasi metadata sebuah media salinan (image) ataupun berkas (file) yang ada, baik sebagian maupun secara keseluruhan.

Berikut akan saya beri screenshot nya :


Bagi yang ingin download, silahkan download kesini.

Mencegah Lensa Berembun



Saat lensa dipindahkan dari ruang yang panas ke dingin atau sebaliknya, ada kemungkinan lensa akan mengalami kondensasi atau berembun. Contoh umum yaitu saat kita keluar dari mobil yang ber-AC dingin ke luar mobil yang panas. Atau sebaliknya, saat kita membawa keluar kamera dan lensa kita dari tempat yang hangat seperti rumah ke luar ruangan yang lebih dingin dan lembab.

Pertemuan antara kamera dan lensa yang hangat ke tempat yang dingin akan membuat uap air menempel dan berkondensasi menjadi embun di permukaan dan di dalam lensa kamera.  Jika dibiarkan berlarut atau berulang-ulang, pengembunan ini bisa menimbulkan jamur, karat bahkan korslet.

Cara menghindarinya yaitu memasukkan kamera dan lensa ke dalam plastik kedap udara/ziplock, dan kemudian biarkan kamera dan lensa menyesuaikan dengan suhu baru secara perlahan. 

Perlu sekitar 10-20 menit untuk menyesuaikan tergantung dari panjang lensa. Lensa yang sederhana dan pendek seperti lensa fix 50mm atau zoom 18-55mm membutuhkan waktu lebih sedikit untuk menyesuaikan dengan suhu baru.

Jika sudah terlanjur kondensasi/berembun, jangan lepaskan lensa dari kamera dan masukkan kamera dan lensa dalam plastik dan usahakan mengeluarkan udara dari plastik. Memasukkan penyerap air seperti silica atau beras juga dapat membantu.

Jangan khawatir dan tunggulah sampai kameranya menyesuaikan dengan udara lingkungan. Dalam beberapa kasus, perlu menunggu 1-2 hari untuk memulihkan kamera dan lensa seperti sediakala.

Sumber : detik.com

Begini Cara Kerja Sensor Sidik Jari iPhone 5S


iPhone 5S muncul dengan inovasi berupa sensor sidik jari. Touch ID, demikian nama fitur tersebut, mengantikan fungsi password untuk login di iPhone 5S. Jadi, pengguna tak perlu lagi mengetik nomor PIN lagi ketika akan meng-unlock ponsel. Terletak di dalam home button, sensor ini akan langsung memberi perintah unlock saat jari menyentuh tombol. Sensor akan secara otomatis membaca sidik jari si pengguna saat menempel di tombol home. Para desainer Apple menyusun fitur tersebut dengan cara menumpuk lapisan demi lapisan sensor super tipis di bawah permukaan tombol home. Adapun permukaan tombol home dilapisi material batu safir berkualitas tinggi untuk melindunginya dari goresan.

Dilansir NBC News, Kamis (12/9/2013), di sekeliling tombol home terdapat detection ring, semacam cincin dari bahan stainless steel. Di dalamnya, dibenamkan penutup dari bahan kaca bernama Touch ID capacitive sensor. Bagian paling dalam, diletakkan tactile switch. Touch ID capacitive sensor adalah bagian paling sensitif yang akan memverifikasi identitas pengguna. Saat pengguna pertama kali menyentuhnya, sensor akan memetakan pola sidik jari. Selanjutnya, sensor mengenkripsi dan menyimpan data sidik jari di Secure Enclave yang berada di dalam chip A7.

Apple mengklaim tidak akan mengirim data tersebut ke iCloud atau layanan cloud lain. Keamanan tambahan ini menjadi sangat penting mengingat data sidik jari pengguna, terhubung ke akun iTunes mereka. Artinya, sekali si pengguna terverifikasi, mereka bisa menggunakannya untuk melakukan pembelian di iTunes. Kehadiran sensor sidik jari di iPhone 5S memang menjadi daya pikat tersendiri. Meski pemindai sidik jari bukan teknologi baru, namun Apple dapat mengemasnya jadi lebih menarik untuk dilirik.

Pun demikian, Touch ID dianggap menyimpan ancaman menakutkan. Bagaimana jika sidik jari pengguna jatuh ke tangan yang tidak berhak? Para insinyur Apple mungkin sudah memikirkan hal itu, sampai-sampai mereka mengklaim bahwa data sidik jari yang diambil itu tidak akan dikirim ke iCloud, melainkan disimpan di dalam memori iPhone 5S dalam kondisi dienkripsi.

Dengan metode tersebut Apple mengklaim bahwa data sidik jari pengguna aman, tidak akan ada para peretas yang bisa mengakses data tersebut. Tapi nyatanya justru ancaman datang dari pembesut iPhone itu sendiri. Berdasarkan dokumen rahasia yang dibocorkan Edward Snowden, dan dilansir media Jerman Der Spiegel, National Security Agency (NSA) telah menyadap ponsel pintar berbasis Android, BlackBerry dan iOS. Jika begini maka lembaga intelijen Amerika Serikat itu bisa mengintip semua data yang ada di dalam ponsel.

Nah, jika dokumen itu benar, maka klaim data sidik jari yang disimpan di dalam memori iPhone 5S tidaklah aman. Bahkan justru sebaliknya, NSA akan sangat terbantu karena bisa memperoleh data sidik jari dengan sangat mudah. Ancaman itu pun kian nyata karena Apple sendiri dipercaya adalah bagian dari PRISM, program mata-mata yang digagas pemerintah AS untuk menyadap seluruh komunikasi di ponsel pintar dan internet.


Sumber : detik.com

Kominfo sedang Uji Galaxy S5?


Samsung memang masih membisu soal Galaxy S5. Namun di dunia maya, isu seputar ponsel anyar tersebut sudah ramai disuarakan. Termasuk soal kehadirannya di Indonesia. Kementerian Kominfo sendiri diisukan tengah melakukan sertifikasi terhadap Galaxy S5. Pada situs Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos Informatika (SDPPI) Kementerian Kominfo, diketahui telah mengurus sertifikasi ponsel terbaru Samsung dengan kode SM-G900H yang berasal dari manufaktur asal China, Vietnam, dan Korea Selatan.

Nah, menurut SamMobile, SM-G900H ini merupakan salah satu tipe dari Galaxy S5. Disebutkan ada empat tipe dari Galaxy S5. Yakni SM-G900A yang dibuat untuk operator AT&T, SM-G900S untuk Korea, SM-G900F untuk pasar Eropa, dan SM-G900H untuk Indonesia. Samsung memang belum mengeluarkan pernyataannya soal kabar ini. Namun jika menengok ke belakang, kode untuk varian tersebut bisa saja benar.

Seri Galaxy S4 misalnya diberi kode GT-i9500, Galaxy S3 disebut GT-i9300, Galaxy S2 GT-i9100, serta Galaxy S versi pertama mengusung kode nama GT-i9000. SamMobile menyebutkan Galaxy S5 akan memiliki layar 5,25 inch 2560×1440. Pada bagian belakangnya, disematkan kamera 16 megapixel. Prosesor yang menjadi otaknya bisa Exynos 6 atau Snapdragon 805, bergantung ada tidaknya dukungan 4G LTE pada ponsel tersebut.

Untuk sistem operasi, Galaxy S5 diperkirakan sudah bisa mencicipi Android KitKat nantinya. Semua fitur tersebut akan terbalut dalam dua pilihan material casing. Ya, sumber tersebut mengatakan Samsung akan menawarkan dua versi Galaxy S5 yakni yang berbahan metal dan satunya lagi casing plastik. Tampaknya Samsung akan mengikuti jejak Apple dengan menawarkan dua versi ponsel. Tentu Anda masih ingat, Apple beberapa waktu lalu menawarkan iPhone 5C yang bermaterial plastik, dan iPhone 5S yang lebih premium. 

Ya, kita nantikan saja apa yang akan di produksi lagi oleh raksasa teknologi tersebut.


Sumber : detik.com