UltraISO, Aplikasi Burning



Bagi kalian yang sering menggunakan CD / DVD, pasti sudah tidak asing lagi di telinga kalian apa itu UltraISO?? Ya, itu merupakan salah satu software favorit saya dimana bisa untuk burning, untuk mount ke CD Drive, dsb. Program ini juga dapat melakukan berbagai macam konversi berkas, misalnya mengubah lagu berformat CDDA menjadi MP3.

Salah satu keunikan program ini adalah dapat mengubah informasi metadata sebuah media salinan (image) ataupun berkas (file) yang ada, baik sebagian maupun secara keseluruhan.

Berikut akan saya beri screenshot nya :


Bagi yang ingin download, silahkan download kesini.

Mencegah Lensa Berembun



Saat lensa dipindahkan dari ruang yang panas ke dingin atau sebaliknya, ada kemungkinan lensa akan mengalami kondensasi atau berembun. Contoh umum yaitu saat kita keluar dari mobil yang ber-AC dingin ke luar mobil yang panas. Atau sebaliknya, saat kita membawa keluar kamera dan lensa kita dari tempat yang hangat seperti rumah ke luar ruangan yang lebih dingin dan lembab.

Pertemuan antara kamera dan lensa yang hangat ke tempat yang dingin akan membuat uap air menempel dan berkondensasi menjadi embun di permukaan dan di dalam lensa kamera.  Jika dibiarkan berlarut atau berulang-ulang, pengembunan ini bisa menimbulkan jamur, karat bahkan korslet.

Cara menghindarinya yaitu memasukkan kamera dan lensa ke dalam plastik kedap udara/ziplock, dan kemudian biarkan kamera dan lensa menyesuaikan dengan suhu baru secara perlahan. 

Perlu sekitar 10-20 menit untuk menyesuaikan tergantung dari panjang lensa. Lensa yang sederhana dan pendek seperti lensa fix 50mm atau zoom 18-55mm membutuhkan waktu lebih sedikit untuk menyesuaikan dengan suhu baru.

Jika sudah terlanjur kondensasi/berembun, jangan lepaskan lensa dari kamera dan masukkan kamera dan lensa dalam plastik dan usahakan mengeluarkan udara dari plastik. Memasukkan penyerap air seperti silica atau beras juga dapat membantu.

Jangan khawatir dan tunggulah sampai kameranya menyesuaikan dengan udara lingkungan. Dalam beberapa kasus, perlu menunggu 1-2 hari untuk memulihkan kamera dan lensa seperti sediakala.

Sumber : detik.com

Begini Cara Kerja Sensor Sidik Jari iPhone 5S


iPhone 5S muncul dengan inovasi berupa sensor sidik jari. Touch ID, demikian nama fitur tersebut, mengantikan fungsi password untuk login di iPhone 5S. Jadi, pengguna tak perlu lagi mengetik nomor PIN lagi ketika akan meng-unlock ponsel. Terletak di dalam home button, sensor ini akan langsung memberi perintah unlock saat jari menyentuh tombol. Sensor akan secara otomatis membaca sidik jari si pengguna saat menempel di tombol home. Para desainer Apple menyusun fitur tersebut dengan cara menumpuk lapisan demi lapisan sensor super tipis di bawah permukaan tombol home. Adapun permukaan tombol home dilapisi material batu safir berkualitas tinggi untuk melindunginya dari goresan.

Dilansir NBC News, Kamis (12/9/2013), di sekeliling tombol home terdapat detection ring, semacam cincin dari bahan stainless steel. Di dalamnya, dibenamkan penutup dari bahan kaca bernama Touch ID capacitive sensor. Bagian paling dalam, diletakkan tactile switch. Touch ID capacitive sensor adalah bagian paling sensitif yang akan memverifikasi identitas pengguna. Saat pengguna pertama kali menyentuhnya, sensor akan memetakan pola sidik jari. Selanjutnya, sensor mengenkripsi dan menyimpan data sidik jari di Secure Enclave yang berada di dalam chip A7.

Apple mengklaim tidak akan mengirim data tersebut ke iCloud atau layanan cloud lain. Keamanan tambahan ini menjadi sangat penting mengingat data sidik jari pengguna, terhubung ke akun iTunes mereka. Artinya, sekali si pengguna terverifikasi, mereka bisa menggunakannya untuk melakukan pembelian di iTunes. Kehadiran sensor sidik jari di iPhone 5S memang menjadi daya pikat tersendiri. Meski pemindai sidik jari bukan teknologi baru, namun Apple dapat mengemasnya jadi lebih menarik untuk dilirik.

Pun demikian, Touch ID dianggap menyimpan ancaman menakutkan. Bagaimana jika sidik jari pengguna jatuh ke tangan yang tidak berhak? Para insinyur Apple mungkin sudah memikirkan hal itu, sampai-sampai mereka mengklaim bahwa data sidik jari yang diambil itu tidak akan dikirim ke iCloud, melainkan disimpan di dalam memori iPhone 5S dalam kondisi dienkripsi.

Dengan metode tersebut Apple mengklaim bahwa data sidik jari pengguna aman, tidak akan ada para peretas yang bisa mengakses data tersebut. Tapi nyatanya justru ancaman datang dari pembesut iPhone itu sendiri. Berdasarkan dokumen rahasia yang dibocorkan Edward Snowden, dan dilansir media Jerman Der Spiegel, National Security Agency (NSA) telah menyadap ponsel pintar berbasis Android, BlackBerry dan iOS. Jika begini maka lembaga intelijen Amerika Serikat itu bisa mengintip semua data yang ada di dalam ponsel.

Nah, jika dokumen itu benar, maka klaim data sidik jari yang disimpan di dalam memori iPhone 5S tidaklah aman. Bahkan justru sebaliknya, NSA akan sangat terbantu karena bisa memperoleh data sidik jari dengan sangat mudah. Ancaman itu pun kian nyata karena Apple sendiri dipercaya adalah bagian dari PRISM, program mata-mata yang digagas pemerintah AS untuk menyadap seluruh komunikasi di ponsel pintar dan internet.


Sumber : detik.com

Kominfo sedang Uji Galaxy S5?


Samsung memang masih membisu soal Galaxy S5. Namun di dunia maya, isu seputar ponsel anyar tersebut sudah ramai disuarakan. Termasuk soal kehadirannya di Indonesia. Kementerian Kominfo sendiri diisukan tengah melakukan sertifikasi terhadap Galaxy S5. Pada situs Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos Informatika (SDPPI) Kementerian Kominfo, diketahui telah mengurus sertifikasi ponsel terbaru Samsung dengan kode SM-G900H yang berasal dari manufaktur asal China, Vietnam, dan Korea Selatan.

Nah, menurut SamMobile, SM-G900H ini merupakan salah satu tipe dari Galaxy S5. Disebutkan ada empat tipe dari Galaxy S5. Yakni SM-G900A yang dibuat untuk operator AT&T, SM-G900S untuk Korea, SM-G900F untuk pasar Eropa, dan SM-G900H untuk Indonesia. Samsung memang belum mengeluarkan pernyataannya soal kabar ini. Namun jika menengok ke belakang, kode untuk varian tersebut bisa saja benar.

Seri Galaxy S4 misalnya diberi kode GT-i9500, Galaxy S3 disebut GT-i9300, Galaxy S2 GT-i9100, serta Galaxy S versi pertama mengusung kode nama GT-i9000. SamMobile menyebutkan Galaxy S5 akan memiliki layar 5,25 inch 2560×1440. Pada bagian belakangnya, disematkan kamera 16 megapixel. Prosesor yang menjadi otaknya bisa Exynos 6 atau Snapdragon 805, bergantung ada tidaknya dukungan 4G LTE pada ponsel tersebut.

Untuk sistem operasi, Galaxy S5 diperkirakan sudah bisa mencicipi Android KitKat nantinya. Semua fitur tersebut akan terbalut dalam dua pilihan material casing. Ya, sumber tersebut mengatakan Samsung akan menawarkan dua versi Galaxy S5 yakni yang berbahan metal dan satunya lagi casing plastik. Tampaknya Samsung akan mengikuti jejak Apple dengan menawarkan dua versi ponsel. Tentu Anda masih ingat, Apple beberapa waktu lalu menawarkan iPhone 5C yang bermaterial plastik, dan iPhone 5S yang lebih premium. 

Ya, kita nantikan saja apa yang akan di produksi lagi oleh raksasa teknologi tersebut.


Sumber : detik.com